Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Dr M Yahya Waloni Menemukan Kebenaran dalam Islam

Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen diceritakan pula dalam Islam.

Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. "Ada satu individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun Alquran secara sistematis," ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya Waloni setelah memeluk agama Islam.

Menurut suami dari Lusiana (33) yang mengganti namanya menjadi Mutmainnah setelah memeluk Islam itu, dirinya masuk agama islam karena dari sistematika teori Islam sudah benar. Sebagai akamdemisi, kata dia, dirinya pun berpikir orang yang sudah memilih teori benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori yang benar. "Orang Islam yang sudah memiliki teori yang benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori benar. Jadi, saya mengakui Islam secara teori dan spiritual," ujar Yahya.

Ketertarikan Yahya untuk masuk Islam, kata dia, sebenarnya sudah ada sejak kecil, saat berumur sekitar 14 tahun. Pada usia itu, dirinya sudah ke masjd karena tertarik melihat banyak orang islam menggunakan pakaian seperti yang digambarkan di agamanya yaitu baju ikhram. Selain itu, dirinya pun sangat tertarik dengan gendang yang suka dimainkan di masjid-masjid.
"Saya hanya berani ke masjid satu kali saja karena ketahuan dan dipukul sampai babak belur oleh bapak saya. Kalau nekad ke masjid lagi, saya takut bapak saya yang seorang tentara akan menggantung saya," ujar pria yang memiliki hobi bermain gendang ini.

Namun, sambung pria yang pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004 ini, dari sekian kejadian yang mendorongnya untuk memeluk Islam adalah pengalaman spiritual yang dialaminya. "Suatu hari, saya bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lama kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli," ia memulai kisahnya.

Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut dengan waktu pertemuan yang sama yaitu pukul 09.45 Wita. "Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Dia baik sekali dengan saya," ujar bapak dari Silvana (8 tahun, kini bernama Nur Hidayah), Sarah (7 tahun, menjadi Siti Sarah), dan Zakaria (4 tahun) ini.
Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, kata Yahya, dirinya berdialog panjang soal Islam. Anehnya, kata dia, si penjual ikan yang mengaku tidak lulus sekolah dasar (SD) itu sangat mahir dalam menceritakan soal Islam. Ia makin tertarik pada Islam.

Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana, salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli).
"Saat saya datangi kampungnya, tidak ada satupun warganya yang menjual ikan dengan bersepeda," tambahnya. Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Karena dipengaruhi oleh pendeta dan saudara-saudaranya. "Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. Jadi, kita memutuskan untuk bercerai," katanya.
Namun, sambung dia, tidak lama setelah itu, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita, ia bermimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara, dia di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu.
"Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar," kata Yahya.

Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api
panas. "Setelah sadar, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu," ujarnya.
Setelah diceritakan ke istrinya, kata dia, istrinya semakin tidak percaya dan ingin bercerai dengan Yahya. Namun, beberapa jam kemudian, istrinya menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan. Akhirnya istri saya yang mengajak segera masuk Islam," katanya. Akhirnya, kata Yahya, bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah, Yahya dan istrinya mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Kekuatan saya, sekarang hanya shalat tahajud malam dan Dhuha pukul 08.00," ujar mantan Rektor yang UKI Papua ini.

Kamis, 27 September 2012

Mohammed Chechev, warga Indian Tzotzil yang Bangga Menjadi Muslim !

Nama aslinya sebelum ia masuk Islam adalah Manuel Gomez yang kemudian berganti nama menjadi Mohamed Chechev setelah ia masuk Islam beberapa tahun yang lalu, sebelumnya ia dibesarkan sebagai seorang penganut Kristen.

"I am Muslim, I know the truth now," kata Chechev dalam bahasa spayol. (sebagaimana yang dituturkan allvoices.com).

Ia tinggal di lingkungan komunitas Protestan di Chiapas yang disebut "Nueva Esperanza" di pinggiran kota San Cristobal de las Casas. Nueva Esperanza adalah "rumah" bagi sekitar 300 warga Tzotzil, asal pribumi Maya, yang telah masuk Islam. Beberapa langkah dari rumah Chechev, sebuah bangunan sederhana yang berfungsi sebagai mushala dan madrasah.

Sebelum kepindahannya kepada Islam, Chevhev telah mempelajari dahulu mengenai Islam, selain juga dari pemimpinnya yang juga telah menjadi muslim yang pertama kali di lingkungannya, ia juga belajar dari Aurelanio Perez, seorang spayol yang yang mengubah namanya menjadi Amir Mustapha setelah berislam dan aktif berdakwah diantara etnis Tzotzil, Indian maya.

Chechev yang tidak dapat membaca atau menulis tapi dapat melafalkan beberapa surat Alquran dan beberapa doa dengan lancar.

"Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, saya juga begitu..Tapi saya bisa melafalkan Kitab suci Alquran. Ini adalah suatu keajaiban setelah convertnya ke Islam," katanya.

Dimatanya, Tuhan adalah "was merciful" sangat Maha Penyayang, "Segala sesuatunya, Dia-lah yang mengajarkan dan segala sesuatunya Dia-lah yang memberi". lanjut Chechev

Dia sekarang rajin membaca hadits, mempelajari panduan yang diberikan oleh Nabi ..Kemudian, ia mencoba untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.. "Hints of Islam was complete," katanya,("Petunjuk Islam sudah lengkap")

Chechev telah melakukan perjalanan ke jantung Islam, di Arab Saudi, pada tahun 1998 untuk menunaikan ibadah haji, dengan bantuan Amir Chechev Mustapha,beberapa kerabat dan isterinya turut serta.

Noora, istrinya, wajahnya berseri-seri ketika mendengar Mekah.

"Ketika saya pergi ke sana, saya merasa bangga menjadi muslim!. Pada saat itu saya berdoa kepada Tuhan Ingin agar di desa kami memiliki masjid. Insya Allah, kini kita akan memilikinya dalam waktu dekat ini," katanya..

Nora juga Isterinya berharap agar kelak anak mereka Ibrahim (Anastacio) kelak menjadi Imam ditempatnya setelah masa studi/sekolahnya selesai. (allvoices.com)

~**Semoga Harapannya terkabul ya Bu' ...**~

Alhamdulillah,.
--------------------------------------------------------------
يٰأَيُّهَا النّاسُ كُلوا مِمّا فِى الأَرضِ حَلٰلًا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعوا خُطُوٰتِ الشَّيطٰنِ ۚ إِنَّهُ لَكُم عَدُوٌّ مُبينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2. Al Baqarah168)


Raja Papua (Irian) yang Suka Berdakwah

Mulanya ia seorang pendeta. Bermodal ilmu yang ia timba dari pendeta Jostri Ayome di Jayapura selama empat tahun, Ia resmi dilantik menjadi pendeta pada tahun 90-an, dan mulai rajin berceramah di gereja.

Alasannya menjadi pendeta sederhana saja. Sebagai seorang kepala suku, ia merasa bertanggungjawab menyelamatkan ideologi rakyatnya.

“Rakyat harus beragama dan mengenal Tuhan. Jadi, saya harus belajar agama sebagai tanggung jawab tadi,” kata Ismail Saul Yenu, sang pendeta itu.

Banyak yang heran mengapa Yenu menjadi pendeta. Sebab di Papua tak banyak kepala suku bisa merangkap menjadi pendeta.

Yenu tahu, posisinya sebagai kepala suku akan memudahkan nya mengambil hati rakyat untuk masuk Kristen. Dugaannya benar ! Banyak warga Papua, baik pendatang maupun penduduk asli, termasuk lima keluarga Muslim, masuk Kristen. Kebanyakan mereka adalah transmigran yang hidup di hutan.

“Waktu itu ada yang sakit dan berhasil saya sembuhkan dengan doa. Karena itu mereka masuk Kristen,” cerita Yenu tentang keluarga Muslim ini. Namun, perjalanan hidup berkata lain. Yenu sang kepala suku mendapat hidayah dan sempat menunaikan ibadah haji. Sepulang dari haji ia disambut oleh rakyatnya dengan teriakan, ”Raja sudah datang.. raja sudah datang !” Uniknya, yang menyambut bukan hanya kaum Muslim saja, tapi banyak juga orang Kristen.

Berikut penuturannya asal mula ia masuk Islam kepada hidayatullah ("majalah"), ketika menemui pria asal Irian ini di rumahnya di Fakfak, Papua Barat. :

(hidayatullah): "Mengapa Anda tertarik dengan Islam?"

(Ismail Saul Yenu): "Meski saya ini dulunya pendeta, tapi diam-diam saya suka mengamati perilaku orang Islam. Saya tertarik melihat orang Islam rajin shalat dan berdoa. Mereka shalat lima kali dalam sehari.

Ini berbeda dengan cara non-Muslim. Mereka hanya berdoa sekali sepekan, atau jika ada acara sembahyang keluarga. Ini menunjukkan kalau orang Islam itu punya Tuhan yang luar biasa. Saya lalu bertanya, mengapa mereka bisa berdoa sedang saya tidak? Dari sinilah saya mulai tertarik dengan Islam."

(hidayatullah): "Apakah Anda punya pengalaman berkesan tentang Islam ketika masih beragama Nasrani?"

(Ismail Saul Yenu): "Ya. Ketika tahun 70-an, di daerah saya ada program ABRI masuk desa yang dipimpin Jenderal M Yusuf. Semua orang berkumpul, mulai dari militer sampai sipil."

"Sebagian besar tentara adalah orang Islam. Sedang orang Nasrani kebanyakan sipil. Ketika apel siaga, Pak Yusuf bertanya, mana orang Islam yang siap membantu rakyat? Serempak orang Islam berdiri, sedang kami orang Nasrani cuma duduk saja.
Lalu Jenderal Yusuf bertanya kepada saya tentang agama yang saya anut. Saya jawab Nasrani. Tapi beliau bilang, ”Dari pada kamu nanti hanya di luar, tak dapat jatah surga, lebih baik ikut begabung dengan mereka (orang Muslim).” Akhirnya entah mengapa saya ikut berdiri juga."

(hidayatullah): "Setelah tertarik dengan Islam, siapa yang membimbing Anda memeluk agama ini?"

(Ismail Saul Yenu): "Saya mencari kebenaran itu sendiri. Saya pernah mencarinya ke Manokwari (Papua Barat), hingga ke Jakarta. Di Jakarta saya bertemu banyak rekan-rekan sesama Muslim, termasuk Ustadz Fadzlan. Saya banyak dibantu oleh mereka."

(hidayatullah): "Kapan Anda bersyahadat?"

(Ismail Saul Yenu): "Tahun 2002, di Masjid Agung al-Azhar, Kebayoran, Jakarta. Saya dibimbing oleh seorang imam masjid di sana . Esok harinya saya langsung minta dikhitan (disunat). Padahal umur saya sudah 68 tahun. Mana ada di dunia ini orang yang sunat umur 68 tahun kecuali Ismail Yenu (saya). He he he."

(hidayatullah): "Bagaimana cerita Anda pergi haji?"

(Ismail Saul Yenu): "Esok hari setelah saya dikhitan (disunat), saya telepon Dr Amin Rais (tokoh Muhammadiyah) dan minta dihajikan. Saya juga cerita keadaan masyarakat Irian. Saya katakan bahwa saya tak mampu pulang dan berdakwah di tengah masyarakat Irian jika belum naik haji. Sebab, biasanya masyarakat tak langsung percaya kalau langsung mendakwahi."

"Alhasil, Amien Rais menelepon Din Syamsuddin (Ketua Muhammadiyah), menanyakan apakah ada "kursi kosong" ke Baitullah. ternyata Alhamdulillah, ada jamaah calon haji yang batal berangkat di salah satu kloter dan saya jadi diikutkan di kloter tersebut."

(hidayatullah): "Bagaimana perasaan Anda ketika itu?"

(Ismail Saul Yenu): "Saya merenung, mengapa baru beberapa hari menjadi muallaf, langsung mendapatkan panggilan agung dari-Nya untuk naik haji? Ini karena kebesaran dan izin Allah semata."

"Tiga hari berikutnya saya berangkat haji. Padahal waktu itu bekas khitan (sunat) saya belum kering betul. Saya pergi ke dokter praktik dan beli kondom."(hihihi..^_^)

"Sebelum berangkat, seluruh calon haji diperiksa. Rupanya saya ketahuan membawa kondom. Setelah ditanya, saya jawab kalau bekas khitan saya masih basah. Karena petugas pemeriksa tak percaya, saya diperiksa lagi oleh dokter."

(hidayatullah): "Ada kenangan menarik sewaktu naik haji?"

(Ismail Saul Yenu): "Di Arafah, kami berdoa mulai pagi hingga siang hari. Padahal, udara dan cuaca ketika itu sangat panas. Seakan-akan tubuh ini terpanggang teriknya matahari."

"Tiba-tiba, entah dari mana datangnya, ada yang menyiram tubuh saya hingga basah kuyup. Pakaian saya basah semua. Saking basahnya, sampai-sampai saya berdoa sambil menghirup air."

"Seketika itu juga saya jadi adem, tak merasa panas lagi. Padahal saat itu jumlah manusia berlapis-lapis. Rasanya tak mungkin kalau ada orang yang datang menyiram saya."

"Sewaktu di Masjid al-Haram, ada seorang perempuan besar duduk di sebelah saya. Padahal, jamaah pria tak boleh bercampur dengan jamaah wanita ! Saking besarnya, tinggi pinggul wanita itu mencapai bahu saya. Saya merasa ngeri sekali."

"Usai berdoa, saya terfikir mau menegur dia. Begitu menoleh, eh, si wanita tadi sudah lenyap entah ke mana. Padahal tubuhnya besar sekali."

"Di Masjid Nabawi, suasana sangat padat. Tak ada lagi ruang kosong di dalam masjid. Begitu masuk, rupanya ada tempat lowong yang kira-kira muat untuk dua orang."

"Saya jadi heran mengapa tak ada yang melihat tempat tersebut. Padahal sejak tadi jamaah sudah berebutan tempat."

"Sementara saya shalat, tiba-tiba ada orang datang dengan jubah yang sangat bagus. Kainnya sangat lembut. Kualitas baju saya kalah jauh dibanding dia. Padahal baju saya masih baru, istilahnya baru saja beli."

"Seperti kejadian pertama, begitu saya mau menegur, orang yang dimaksud sudah lenyap entah ke mana."

(hidayatullah): "Apa makna dari semua kejadian tersebut buat Anda?"

(Ismail Saul Yenu): "Keyakinan saya semakin bertambah. Allah Subhanahu Wata’ala tak akan pernah lalai memantau segala kelakuan hamba-Nya. Keyakinan saya makin mantap jika agama Islam ini benar-benar agama Allah. Kita tak boleh main-main dengan agama ini. Rekan sesama Muslim, termasuk Ustadz Fadzlan, Saya banyak dibantu oleh mereka."

(hidayatullah): "Bagaimana tanggapan keluarga Anda sepulang dari haji?"

(Ismail Saul Yenu): "Tiba di rumah saya langsung disambut bagai raja oleh masyarakat setempat dengan upacara adat. Saya diminta menginjak 120 buah piring yang ditaruh di jalan menuju rumah."

(hidayatullah): "Apa yang Anda lakukan setelah masuk Islam?"

(Ismail Saul Yenu): "Saya pernah mendatangi gereja saat sang pendeta khutbah. Tanpa tedeng aling-aling, sambil mengenakan gamis dan pakaian haji, saya langsung meminta sang pendeta berhenti berkhutbah. Saya ajak mereka semua masuk Islam. Saya berani melakukan itu karena dulu mereka adalah jamaah saya ! termasuk lima keluarga murtad yang pernah saya baptis."

(hidayatullah): "Bagaimana tanggapan keluarga setelah Anda menjadi Muslim?"

(Ismail Saul Yenu): "Saya katakan, 'Maaf, saya tak seperti dulu lagi'. Kalau mama masih suka pake baju singlet atau celana pendek, berarti tak boleh mendekat. Silakan pergi tukar baju dulu. Kepala juga harus ditutup pakai kerudung. Kalau tidak begitu, maaf saja."

(hidayatullah): "Setelah Anda memeluk Islam, apakah orang-orang yang pernah Anda murtadkan ikut kembali memeluk Islam?"

(Ismail Saul Yenu): "Sebagian besar mereka masuk Islam lagi. Memang ada sebagian kecil yang tetap bertahan (dengan agamanya), namun jumlahnya tak banyak. Malah ada yang beranggapan, waktu masih pendeta saja doa saya dikabulkan oleh Tuhan, apalagi sekarang setelah masuk Islam dan pulang dari Tanah Suci."

"Tapi saya katakan kepada mereka bahwa segala sesuatu itu hanya Allah yang mengatur. Manusia cuma bisa berkehendak saja." **
----
sumber: http://www.hidayatullah.com/dev/read/22018/02/04/2012/rajapapuayangsukaberdakwah.html (Raja Papua yang Suka Berdakwah)

أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, [Qs. 14. Ibrahim : 24]

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبيثَةٍ اجتُثَّت مِن فَوقِ الأَرضِ ما لَها مِن قَرارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
[Qs. 14. Ibrahim : 26]


Ibrahim Killington, semula ingin bergabung dalam tentara untuk melawan Islam, tapi kemudian hatinya terpaut oleh Al Quran dan Islam !

Berikut ini adalah kisah seorang mualaf asal Inggris. Berawal dari keinginan untuk mengkaji paganisme dan "bahkan" berniat bergabung dalam tentara untuk melawan Islam, namun akhirnya bisa menemukan cahaya dan hidayah Islam, berikut kisahnya:
-------
My name is Ibrahim Killington.
Sebelum saya menuju Islam, hidup saya benar-benar terfokus pada minuman (mabuk-mabukan), obat-obatan (ganja,narkotik,ekstasy), dan bersenang-senang semata.
Seluruh tujuan hidup saya hanya untuk bersenang-senang, tertawa, dan tidak ada yang dilakukan lagi selain bersenang-senang, mungkin sampai mati, dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan yang sama, dan tentunya itu tidak membuat diri menjadi semakin lebih baik.
Pengalaman pertama saya mengenal Islam adalah pada saat terjadi serangan 9/11 .
Saya ingat saya masih sangat muda pada waktu itu, saya tidak sepenuhnya menyadari apa yang sedang terjadi. Bahkan, saya berlari ke teman-teman saya setelah melihat laporan berita itu, dan saya mengatakan kepada mereka bahwa "Turis" (salah pengucapan=orang yang melancong/berliburan kesuatu tempat) telah menyatakan perang terhadap Amerika.. karena saya belum pernah mendengar tentang teroris sebelumnya.
Dan ketika perang itu berlangsung, saya melihat semakin banyak informasi tentang perang di Afghanistan, saya mulai memahami bahwa orang-orang "yang diperangi ini" adalah Muslim. Kaum Muslim melakukan kekejaman mengerikan di seluruh dunia, begitu katanya yang terus di "bombardment" (=bertubi-tubi) di gencarkan oleh media-media. Saya mulai sangat membenci muslim. bahkan saya mencoba untuk bergabung dengan tentara sebayak tiga kali dengan maksud agar bisa pergi ke sana (Afghanistan), dan membunuh banyak muslim yang saya bisa, sebagai bagian demi membela negara serta melindungi dan memberi rasa aman untuk keluarga saya. Saya pikir pada waktu itu mereka adalah kejahatan besar dunia.

Menemukan Islam
Saya selanjutnya mulai mendengar lebih banyak tentang Islam, terakhir kali saya melamar tentara, saya datang ke stasiun radio, pada waktu itu saya mendengarkan radio yang membeberkan tentang teori konspirasi, dan sejenisnya. Stasiun radio itu membicarakan tentang suatu perang melawan teror dan tentang kehidupan Nabi Muhammad (shollallahu 'alaihi wa sallam).
Ini sangat tidak masuk akal bagi saya, bagaimana orang-orang itu "percaya" dan "mengikuti" Nabi ini, setelah semua macam saya dengar perihal "evil things" (hal-hal jahat) yang "mereka katakan" tentang dia. Jadi, saya mulai mempertanyakan apa yang diyakini Muslim pada waktu itu, dan 'ketika itupun' saya sedang tertarik untuk mengetahui hal-hal keagamaan..
Pada saat saya sedang mencari Norse Mythology,(kepercayaan terhadap mitos,legenda dan kekuatan supranatural), and Paganism (penyembahan terhadap berhala), Salah satu teman saya mengatakan kepada saya sebelum saya memutuskan mengkaji paganisme ada baiknya saya melihat-lihat ajaran spiritual yang lain.
Oleh sebab itu, menjadi terfikir buat saya untuk mencari informasi tentang Muslim di Internet. Saya pikir salah satu muslim pertama yang saya lihat di Internet adalah Baba Ali (muallaf, pembuat film-film keislaman yang ditanyangkan dalam "Islam channel" Inggris).
Dia mematahkan stereotip tentang Muslim untuk saya. Saya terkejut bahwa orang ini lucu (tidak berdarah dingin) dan pembawaannya tenang. Dia tidak seperti apa yang "mereka" tuduhkan perihal muslim dari apa yang pernah saya dengar.
Untuk memenuhi kehausan saya akan Islam, saya memutuskan untuk meminjam Al-Quran dari tempat saya kuliah (kampus). Ketika saya memegangnya, saya pikir ini adalah "Buku Pegangan teroris," dalam
gemgaman saya, dan saya khawatir bahwa agen MI5 (Agen rahasia Inggris) akan datang untuk menahan saya. Saya memutuskan untuk cepat-cepat keluar dari perpustakaan dan membawa pulang Al-Quran yang saya pinjam.
Tapi begitu mulai saya membaca Al-Quran (terjemah), "..it hit me immediately" , itu menghantam saya,.. dan saya tidak dapat menghentikan untuk tidak membacanya; itu benar-benar menghunjam jauh kedalam hati saya.; Saat saya membaca surat-surat yang ada di Al Quran, Saya tak sengaja membaca tentang orang-orang di neraka yang keadaannya meminum air mendidih sehingga membakar tenggorokan mereka. Membaca ini, hati saya bergetar, seakan-akan saya bisa merasakan tenggorokan saya terbakar, dan saya bisa merasakan bagaimana sebenarnya hal ini, sehingga saya memutuskan saya harus berubah.
Dalam upaya untuk berubah, hal pertama yang saya lakukan adalah saya pergi ke masjid, saya menghabiskan sepanjang hari di sana dengan membaca. Bahkan ibu saya menelepon di malam hari dan bertanya di mana saya berada sepanjang hari. Saya katakan "Saya sedang berada di masjid !..."
Dengan terkejut Ibu saya mengatakan, "Tidak, kamu tidak bisa di Masjid, kamu seorang Kristen. Kristen tidak pergi ke masjid."
Ibu saya sangat terkejut dan sangat yakin bahwa saya akan menyusuri jalan yang buruk.
Itu reaksi ibu saya yang wajar,(mengingat gencarnya media dalam melakukan stereotip negatif tentang islam "war on terror"). namun setelah beberapa waktu, dia mulai dapat menerimanya. Dia banyak menangis. Saya
tidak terlalu yakin mengapa dia menangis, saya pikir dia merasa saya menolak semua yang diajarinya ke saya selama ini.
Banyak orang mengatakan bahwa ketika mereka menemukan Islam, seolah-olah mereka sudah pulang kerumah aslinya. Dan itulah perasaan yang saya
dapatkan. Saya di masa lalu bukanlah saya yang sesungguhnya, saat itu bukanlah diri saya yang sebenarnya. Dan inilah sekarang diri saya sebenarnya.! Saya menjadi diri yang lebih baik setelah saya masuk Islam.
Dan saran saya bagi orang lainnya (non muslim) yang berfikir/meragukan Islam, Janganlah mencari hanya di internet untuk mengetahuinya, tapi datangilah ke masjid dan berbicara dengan orang yang memiliki
pengetahuan tentang hal itu. karena terdapat banyak propaganda dan fitnah-fitnah dari situs-situs anti Islam yang tidak benar. dan jika anda tidak tahu apa-apa tentang Islam. Anda akan kesulitan untuk menilai mana
yang benar dan mana yang kebohongan. Jadi jauh lebih baik untuk berbicara dengan seseorang yang paham dan berilmu.
Dan jangan takut dengan apa yang akan dipikirkan keluarga Anda; banyak orang bahkan saya sendiri pada mulanya khawatir tentang apa yang akan orang tua saya pikirkan, namun setelah masuk Islam. justru saya berharap yang terbaik bagi kedua orang tua. bahwa mereka akan mengikuti jejak saya untuk segera memeluk Islam.
=sumber,.
http://www.onislam.net/english/reading-islam/my-journey-to-islam/456467-from-paganism-to-islam.html eramuslim dan bila ada yang ingin melihat 'video' Ibrahim Killington mengenai perjalannya masuk islam, silahkan dapat melihat disini;
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=tHY9zGS4_ko
(New Muslim Stories - Ibrahim Killington)
-------
ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬﻳﻦَ ﺀﺍﻣَﻨﻮﺍ ﻗﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢ ﻭَﺃَﻫﻠﻴﻜُﻢ ﻧﺎﺭًﺍ ﻭَﻗﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟﺤِﺠﺎﺭَﺓُ ﻋَﻠَﻴﻬﺎ ﻣَﻠٰﺌِﻜَﺔٌ ﻏِﻼﻅٌ ﺷِﺪﺍﺩٌ ﻻ ﻳَﻌﺼﻮﻥَ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣﺎ ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢ ﻭَﻳَﻔﻌَﻠﻮﻥَ ﻣﺎ ﻳُﺆﻣَﺮﻭﻥَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Qs. 66. At Tahrim : 6)


Minggu, 23 September 2012

KIsah Selembar Uang Kertas Pecahan Seratus Dolar


Dia adalah seorang anak susah yang terlahir dalam keluarga miskin, ayahnya wafat pada saat usianya tiga tahun, ibunya mencari nafkah dengan mencuci pakaian orang. Maka dia sadar kalau dirinya harus bekerja keras.

Pada usia 18 tahun, dia berhasil masuk perguruan tinggi dengan nilai yang tinggi. Demi mencukupi biaya sekolahnya, ibunya pernah menjual darah, namun dia berpura-pura tidak tahu, sebab takut melukai hati ibunya.

Pandangan Mata Seorang Ibu


Setelah menjadi seorang ibu, saya sangat suka melihat anakku tidur. Punggungnya halus mengkilap bagaikan ikan belut, lengannya legam dan sehat, kakinya penuh dan tegap, dahinya sangat menarik tak terlukiskan. Ketika memandangnya, saya sering merasakan kalau dengan memandang demikian saja, setiap wanita seharusnya tidak boleh kehilangan kesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Akibat Maksiat


Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada makhluk termulia, Muhammad bin Abdul
lah beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du:

Sungguh dosa dan kemaksiatan itu akan dibayar spontan di dunia sesuai dengan masyi-atillah. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi telah menghitung dan ternyata ada kurang lebih 40 balasan bagi pelaku sebuah kemaksiatan.


Saya kutip dan tulis dalam sebuah bulletin mungil, agar seluruh lapisan mengetahuinya dengan mudah. Ibnul Qayyim Al-Jauzi menuturkan, bahwa efek kemaksiatan itu sebagaimana berikut:

1. Tidak mendapatkan ilmu. Sebab ilmu itu adalah nur yang diberikan Allah ke suatu hati, sedangkan maksiat itu berfungsi mematikan nyala nur tersebut. Imam Malik pernah berkata kepada Imam Syafi'i muridnya: Sungguh aku telah melihat Allah memberikan nur ke hatimu, maka jangan engkau matikan dengan kemaksiatan.

2. Kehilangan jatah rizkinya. Nabi bersabda: "Sungguh seseorang bisa tidak mendapatkan rizkinya sebab dosa yang dilakukannya." (HR. Ahmad dan Hakim dari Tsauban)

3. Pelaku maksiat akan mengalami kegersangan jiwa terhadap Rabbnya. Dia akan kehilangan kelezatan ma'iyatillah, padahal hal ini tidak bisa dinilai dengan kenikmatan duniawi. Jika semua kelezatan duniawi disatukan tidak akan bisa mengobati kekeringan jiwa seseorang.

4. Dia juga akan merasa buas dengan sesama, utamanya dengan para pelaku kebaikan. Semakin kuat rasa kebuasannya semakin jauh dia dengan manusia baik.

5. Semua perkaranya menjadi semakin susah. Maka dari itu, ia akan selalu mendapati pintu tertutup dalam segala hal.

Kebalikannya, orang yang menjauhi dosa akan selalu menemukan way out dari segala urusannya. Allah berfirman yang artinya: " Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka Allah mejadikan segala urusanya menjadi lebih mudah."

6. Pendosa ini akan mendapati kegelapan hati. Ia merasakannya seperti saat berjalan pada malam kelam. Pertama kali akan tampak secara lahiriyah di matanya, lalu menjalar ke mukanya dan akhirnya akan diketahui oleh semua orang.

7. Kemaksiatan bisa melemahkan badan dan hati seseorang. Maka dari itu, ia tidak memiliki keteguhan hati dan juga akan terlihat loyo saat kegentingan yang memerlukannya walau kelihatan tegap badan dan ototnya.

8. Kehilangan ketaatan dan banyak pahala. Karena dengan dosa tersebut, ia terhalang untuk melakukan berbagai ketaatan. Padahal sebuah amal ketaatan itu jauh lebih baik daripada dunia seisinya.

9. Kemaksiatan mengurangi jatah umur dan menghilangkan keberkahannya. Karena amal kebajikan itu menambah umur seseorang maka kemaksiatan (amal bejat) dapat mengurangi usia. Rahasianya, usia seseorang adalah waktu hidupnya. Sedangkan hidup tidak berarti kecuali dengan berbakti (beribadah) kepada Penciptanya, merasa nikmat dengan mencintai dan mengingatNya serta lebih mendahulukan ridhaNya.

10. Kemaksiatan menumbuhkan benih-benih dosa. Sebagian ulama berkomentar: Termasuk balasan amal buruk (maksiat) adalah amal buruk berikutnya. Sedangkan balasan amal baik (hasanat) ialah amalan baik selanjutnya.

11. Kemaksiatan melemahkan keinginan pelakunya. Karena maksiat itu akan menguatkan keinginan berbuat dosa dan melemahkan keinginan bertobat.

12. Menganggap kemaksiatan sebagai hal yang biasa. Lalu lenyaplah rasa benci kepadanya dan bahkan berubah menjadi suatu tradisi. Pelakunya menjadi apatis tidak menghiraukan suara dan pandangan masyarakat.

13. Kemaksiatan salah satu faktor jatuhnya di mata Tuhan dan masyarakatnya. Allah berfirman yang artinya: " Dan siapa saja yang dihinakan oleh Allah, maka tidak ada lagi yang memuliakannya." (QS. Al-Hajj: 18)

14. Kesialan akan menghantui pelakunya.

15. Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena kehormatan dan kemuliaan itu berada pada naungan taat kepada Allah. Allah berfirman yang artinya: " Siapa saja yang menginginkan kemuliaan, sesungguhnya seluruh kemuliaan itu hanya milik Allah." (QS. Fathir: 10)

16. Kemaksiatan merusak otak. Karena pikiran itu memiliki nur sedangkan maksiat fungsinya adalah memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam maka berkuranglah kebriliannya.

17. Jika dosa-dosa banyak menumpuk, maka akan lengket di hati pelakunya dan menjadikannya orang yang lalai. Sebagian ulama menafsirkan ayat yang artinya: " ... " (QS. Al-Muthoffifin: 14) dengan: Dosa di atas dosa.

18. Pelaku kemaksiatan masuk dalam rangkaian laknat Rasulullah . Maka sungguh amat merugi manusia yang didoakan buruk oleh orang yang amat mustajab doanya.

19. Dia juga kehilangan peluang untuk mendapatkan doa baik dari Rasulullah dan para malaikat.

20. Dosa dan kemaksiatan itu termasuk faktor utama dalam kerusakan bumi. Allah berfirman yang artinya: " Sungguh telah tampak jelas kerusakan di daratan dan lautan sebab tingkah polah manusia (dengan dosanya) agar merasakan akibat tindakannya tersebut dan mau kembali." (QS. Ar-Rum: 11)

21. Juga bisa mematikan api kecemburuan dalam hati. Padahal ghirah itu merupakan energi dan penawar hati. Manusia termulai adalah yang paling hebat kadar ghirahnya, utamanya pada diri sendiri , keluarga dan seluruh umat.

22. Kemaksiatan bisa menghilangkan sifat malu. Malu merupakan inti kehidupan hati seseorang dan pangkal segala kebaikan. Jika hilang, maka ia kehilangan banyak hal. Nabi bersabda: "Rasa malu itu adalah kebaikan seluruhnya." (HR. Muslim)

23. Demikian pula dapat melemahkan rasa pengagungan terhadap Allah dalam hati seseorang dan menghilangkan kewibawaanya di mata manusia. Karena termasuk balasan dari meremehkan Allah adalah dicabutnya kewibawaan di mata orang lain, baik ia rela atau tidak. Akhirnya ia tidak memiliki harga di mata mereka.

24. Kemaksiatan termasuk salah satu faktor dilupakan Allah dan dibiarkan bergelimang dengan hawa nafsu dan setannya. Maka dari itu, kebinasaan dan kehancuran saja yang akan didapat. Allah berfirman yang artinya: " Waha orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah, hendaknya seseorang itu melihat apa yang telah dipersembahkan untuk esok dan sekali lagi bertakwalah kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu mengenai apa saja yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah melupakan jiwa mereka. Mereka itu adalah orang-orang fasik." (QS. Al-Hasyr: 18-19)

25. Dosa dan maksiatu itu memperlemah jalan seseorang menuju Allah dan akhirat dan bahkan menyebabkannya terputus.

26. Dosa-dosa itu juga bisa menyingkirkan nikmat dan mendatangkan bencana. Karena termasuk balasan buruk bagi pelakunya adalah menghilangkan kenimatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima. Oleh karenanya, seorang hamba selalu dalam kenikmatan selama tidak melanggar dosa dan tidak mendapati malapetakan melainkan karena dosa pula. Allah berfirman yang artinya: "... " (QS. Al-Anfal: 53) seorang penyair bersenandung:

Jika anda dalam kenikmatan maka peliharalah,
karena kemaksiatan itu menghilangkan kenikmatan-kenikmatan,
Hapuslah kemaksiatan tersebut dengan menaatiNya..,
karena siksa dan ancamanNya amatlah cepat

27. Sebab kemaksiatan, Allah menimpakan ketakutan dan rasa kecut di hati pelakunya. Karena ketaatan itu adalah benteng Allah yang agung, siapa saja yang memasukinya akan mendapati jaminan keamanan dari siksa dunia dan akhirat. Sedangkan pelaku kemaksiatan tidak terlihat kecuali dalam kondisi penuh ketakutan dan kehawatiran, sebab dihantui perasaan dosanya terus menerus.

28. Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang dari komitmen dan konsisten kepada inhiraf (melenceng) dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu amat besar seperti sakit atas badan seseorang. Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan meninggalkannya.

29. Kemaksiatan itu mematikan mata hati, meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu dan menghalangi pintu hidayah.

30. Kemaksiatan mengkerdilakan jiwa dan menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal taat mengembangkan jiwa, membersihkan dan membesarkannya. Allah berfirman yang artinya: " Sungguh telah berbahagia orang yang ..." (QS. As-Syams: 9-10)

31. Dosa juga menjatuhkan kedudukan seseorang di sisi Allah dan di mata manusia. Karena orang termulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, sedangkan yang paling dekat denganNya ialah orang yang paling taat kepadaNya.

32. Kemaksiatan merampas nama terpuji dan kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin, pelaku kebaikan dan orang yang bertaqwa. Tapi mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina, pemabok dll.

33. Kemaksiatan memutus tali hubungan seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus, maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya menemui semua faktor keburukan.

34. Kemaksiatan menghapuskan keberkahan-keberkahan, baik keberkahan umur, rizki, ilmu, pekerjaan dan ketaatan. Secara keseluruhan menghilangkan keberkahan agami dan duniawi.

35. Kemaksiatan menjadikan pelakunya hina dina. Padahal memiliki peluang menjadi lebih terhormat. Nabi bersabda: "Aku diutus dihadapan hari Kiamat. Rzkiku berada di bawah tombakku dan ditimpakan orang yang tidak menaatiku kehinaan dan kekerdilan." (HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr)

36. Kemaksiatan menarik makhluk lain untuk lebih berani kepada pelakunya. Maka dari itu, setan lebih berani menimpakan penyakit, kesesatan, waswas, kesedihan dan kesusahan. Demikian pula setan manusia dan hewan lain.

37. Kemaksiatan itu menghianati pelakunya dalam hal yang amat diperlukannya. Baik itu dalam mendapatkan ilmu, lebih mementingkan sesuatu yang remeh daripada yang lebih mulia.

38. Maksiat bisa menjadikan lupa pelakunya terhadap dirinya sendiri. Jika ia melupakannya maka akan menyia-nyiakan, merusakkan dan menghancurkannya.

Allah berfirman yang artinya: " Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah lalu Allah lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itu adalah orang-orang fasik." (Al-Hasyr: 19). Juga dalam ayat: "Mereka lupa Allah, maka Allah lupa mereka." (At-Taubah: 67)

39. Maksiat menjauhkan diri pelakunya dari para penolongnya. Maka ia akan lebih dekat kepada setan.

40. Termasuk efek maksiat adalah kehidupan sulit di dunia, kubur dan siksa pedih di akhirat. Allah berfirman yang artinya: " Dan siapa saja yang berpaling dari mengingatKu, maka sungguh ia akan menemui kehidupan susah." (Thoha: 124)

Ini semua adalah aneka efek maksiat dan dosa. Orang yang menggunakan akalnya akan merasa cukup untuk bertaubat dan kembali kepada Allah dengan salah satunya saja. Maka sungguh amat layak untuk seorang muslim untuk segera bertobat secara benar. Allah berfirman yang artinya:

" Katakanlah, Waha para hambaKu yang telah menzalimi dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha penyayang." (az-Zumar: 53)

Nabi bersabda: "Bahwasanya Allah membentangkan kedua Tangannya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan membukanya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada malam hari."

Jauhilah tobat yang bohong yang hanya dibibir saja, sementara hatinya selalu ingin melakukan kemaksiatan. Jangan anda anggap remah suatu kemaksiatan, karena sebab kemaksiatanlah bapak dan ibu kita dikeluarkan dari Surga. Juga penyebab Iblis dikeluarkan dari lingkungan malaikat.

Demikian pula yang menyebabkan disiksanya kaum 'Ad, kaum Tsamud dengan suatu teriakan, kaum Luth, kaum Nabi Syu'aib, Fir'aun dan pengikutnya serta maksiat merupakan penyebab segala bencana yang menimpa manusia.

Dan akhirnya, wa shallallaahu 'alaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam...

Wallahua’lam bish Shawwab....
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Pacaran itu Merugikan

Rugi di akhirat udah pasti, tapi pasti ada yang masih bertanya-tanya, rugi didunia emang ada? Eit tar dulu, coba kita buktiin:

PERTAMA: PACARAN DIDUGA BIKIN KANTONG BOLONG ...


(biasanya untuk anak cowok). Gimana nggak, kamu jadi kudu nyiapin anggaran lebih buat ngedate sama pacar kamu, lagian malu dong kalo jalan nggak punya duit. Itu sebabnya, anak cowok kudu nyiapin segalanya buat nyenengin sang pacar. Iya dong, masak makan sendirian kalo lagi jalan bareng? Emangnya pacar kamu obat nyamuk dianggurin aja? So, pastinya kamu bakalan kena roaming terus (backsound: rugi dah gua..).

Tapi jangan salah lho, bisa jadi anak cewek juga kudu nyiapin dana (kalo nggak minta ke ortu nodong sama pacarnya?he..he.. teman cowoknya kena juga deh). Buat apa? Huh, tanpa komunikasi, rasanya dunia ini sepi, bro! buat beli pulsa HP, terus sekarang kan jamannya internet, ya untuk chatting atau kirim-kirim e-mail cinta. Huh! Pacaran berat diongkos namanya. Bener-benar terpadu, alias terpaksa pake duit!

KEDUA: DIJAMIN KEHILANGAN PRIVASI ...

Iya lah, kamu baru bisa nyadar kalo kamu udah putus sama yayang kamu. Betapa kamu waktu itu udah memberikan informasi apapun sama kekasihmu. Rahasia luar-dalam dirimu bisa kebongkar tanpa sadar.

Celakanya, didunia ini lebih banyak mantan pacar daripada mantan istri/suami alias pacar lebih mudah putus ketimbang pasangan hidup. Jadi nggak ada jaminan kan kalo akhirnya pacarmu cerita sama yang lain setelah putus sama kamu? Atau? bisa juga putus sama kamu karena udah tahu kebiasaan jelek kamu.

KETIGA: MENGGANGGU AKTIFITAS PRODUKTIF ...

Sebab, pikiran kamu manteng terus ke si dia. Inget terus sama doi. Maklumlah, bagi kamu yang kena sihir kasmaran, pastinya inget terus sama doi. Kayaknya nggak rela kalo sehari aja nggak ketemu or denger suaranya.

Buat pelajar, waktu belajar tersita untuk mikirin dia akhirnya kebanjiran telur, pagar, atau bebek waktu hari-hari ujian. Trus buat yang udah kerja, kerjaan dari bos akhirnya gak kelar-kelar gara-gara gak konsen ngerjain tugas karena mikirin pacar atau bahan yang mau diomongin waktu nge-date nanti.

Nah itu akibat kalo hari aktif, hari liburpun joss terus sama pacar kamu; ke tempat rekreasi, ke mall, dan sekadar jalan-jalan nggak jelas juntrungannya. Padahal, bisa dipake untuk istirahat or kegiatan bermanfaat seperti olahraga, ngelancarin belajar ngaji, menghadiri kajian keislaman, dsb. Tul nggak?

KEEMPAT: RENTAN UNTUK SAKIT HATI ...

Bener. Kegembiraan bisa berubah jadi kesedihan. Maklum, namanya juga baru pacar, belum ada ikatan kuat yang bisa melindungi kamu berdua kayak surat nikah, atau emang ada ya surat pacaran di KUA?.

Jadinya, gampang banget untuk putus. Cuma soal perbedaan kecil bisa jadi api yang membara. Ujungnya, putus deh. Kalo udah putus cinta, aduh, sakit rasanya. Bener. Perlu kamu pahami, kebanyakan orang berpacaran adalah mencari petualangan. Jadi, bukan untukmelanggengkan ikatan itu, tapi justru masih cari-cari kecocokan. Bahaya! Buktinya yang pacaran bukan hanya pemuda-pemudi yang udah SMA atau Kuliah yang memang sudah waktunya mencari pasangan hidup, anak-anak SD aja udah pacaran, emangnya mau langsung nikah pas SMP?

KELIMA: JANGAN BANGGA DULU PUNYA PACAR YANG TAMPILANNYA OKE PUNYA. ...

Senyuman mautnya bisa menenangkan kamu, sekaligus bikin gelisah. Siapa sudi kalo punya cowok mata keranjang? Nggak bisa teteg di satu hati. Masih nyari penyegaran dengan akhwat, eh, cewek lain. Siapa tahu malah kamu yang jadi sephia-nya. Cewek lain justru kekasih sejatinya. Gubrag!

Trus bagi kalangan cowok yang punya pacar cantik, rambut panjang mengkilau, kulit putih halus, emang sih kalian pasti bangga, tapi jangan-jangan masih ada cadangannya dibelakang.

KEENAM: BEWARE ALIAS WASPADALAH ...

Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan (hei! kok kayak Bang Napi sih? He..he..he.). Gaul bebas bisa bablas euy! Kalo kamu udah saling lengket, jangan harap akal sehat kamu dipake untuk mikir bener.

Banyak sih orang yang pacaran niatnya gak begituan, tapi godaan syetan tuh canggih, gak langsung bisikin disuruh gituan, tapi perlahan-lahan sampe gak kerasa, gak percaya?

Pertama pacaran mulai deket-deketan sampe bersentuhan badan, berjalan seminggu mulai pegangan tangan, udah biasa peluk-pelukan, udah bosen peluk-pelukan cium-ciuman, beberapa minggu kemudian udah berani dikamar berduaan, nah udah keaadan seperti itu baru deh syetan supaya melakukan begituan?.

Canggih ya cara syetan godain kita, jangankan orang awam, orang yang tau agama aja bisa ngedengerin godaan syetan kalau dah keadaan kayak gitu, so manusia itu maha lemah masih gampang digodain syetan. Pastinya kamu nggak mau dong MBA Married by Accident ...

Sabtu, 22 September 2012

SEBUAH KISAH TENTANG CINTA KASIH SEORANG AYAH

Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk-batuk. "Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu
. Aku mendengarkan ibu dengan heran.
"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan. Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki-laki tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang,

Dengan 10 Ribu Rupiah, ALLOH Membuka Hatiku Bagaimana arti Bersyukur

Dengan 10 Ribu Rupiah, ALLOH Membuka Hatiku Bagaimana arti Bersyukur
Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman,
"Beri kami sedekah, Bu!"

Jumat, 21 September 2012

Kisah Orang Terkenal Dunia Yang Dianggap Bodoh Pada Awalnya, Tapi Berhasil Sukses

10 Kisah Orang-orang Bodoh Dunia Yang Akhirnya Sukses Luar Biasa !
1. ADAM KHOO

Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.

Kisah Dibalik Tong Sampah Dapur


Sisa makan siang dari 250 ribu murid sekolah di Taiwan dalam setiap tahunnya ada sekitar 125 ribu ton, jika diisikan ke dalam tong sampah ukuran tinggi satu meter, dapat ditumpuk sampai setinggi 1.221 unit gedung bangunan 101 Taipei.
Sedangkan sampah dapur yang dibuang oleh setiap keluarga di Taiwan dapat ditumpuk sampai sebanyak 1.017 buah Puncak Everest.

ads here2